Wawancara Tokoh Agama Kristen

Narasumber             : Romo Judi
Waktu                       : Jumat, 27 Oktober 2017, pukul 07.30-09.00 WIB
Tempat                     : Gereja Maria Bunda Karmel
      Jl. Karmel Raya No.2, RT.2/RW.4, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat,          Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530

                  Hasil Wawancara    :

1.       Apa pemahaman Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Kerukunan terjadi karena adanya pengertian satu sama lain, adanya komunikasi dan dialog antar umat serta komitmen yang kuat untuk hidup bermasyarakat. Kerukunan agama di masyarakat masih rendah karena kurangnya pemahaman atas kerukunan itu sendiri. Hal ini tentu sangat berdampak di dalam kehidupan bermasyarakat.

2.       Apa persisnya ajaran agama Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Ajaran Yesus, Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap tenagamu dan juga cintailah sesamamu manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Cintai dirimu sendiri, biasanya konflik bisa ada karena orang belum bisa berdamai, bersabar dan mencintai dirinya sendiri. Harus sadar siapa dirimu sendiri. Harus sadar bahwa dirinya ciptaan Tuhan yang paling dicintainya dengan segala keunikan dan perbedaan.

Matius bab 22 ayat 35 – 40 Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap tenagamu dan juga cintailah sesamamu manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Kitab Kejadian bab 1 ayat 26 - 28 Manusia diciptakan sebagai citra Allah, gambar Allah.

3.  Sejauh pengamatan dan pengalaman Anda, apakah Anda bisa memberikan gambaran singkat keadaan hubungan antarumat beragama di Indonesia saat ini?
Secara jujur, dalam angka, belum 7, masih sekitar 6.5, tapi saya optimis karena ada banyak orang baik. Orang-orang hanya belum terbuka terhadap sesama dan masih asyik dengan kelompoknya sendiri, toleransi belum membahagiakan dan masih ada banyak intoleransi. Mereka belum menyadari keanekaragaaman yang ada di Indonesia. Harus berdialog dan membangun persaudaraan sejati antar sesama.

4.       Berdasarkan deskripsi semacam itu, apa evaluasi Anda terhadap keadaan kerukunan antarumat beragama di Indonesia? Apakah semakin membaik atau malah semakin memburuk?
Kurang mengenal antar agama, harus membuka diri, harus rendah hati, harus bisa menjadi pendengar yang baik dan harus mengerti sesama.

5.       Sebagai pemimpin atau tokoh agama, apa yang Anda dan umat sesama umat seiman lakukan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama?
Membangun persaudaraan, berdialog antar agama, aktif membantu sesama dan bertoleransi antar sesama.

6.       Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia?
Pemahaman tentang keanekaragaman di Indonesia yang rendah, masih ada kelompok yang belum siap untuk terbuka dalam bersosialisasi terhadap orang lain, dan komitmen lemah untuk hidup menjunjung dan mencintai keanekaragaman di dalam masyarakat.

7.       Sebagai umat beragama yang baik, bagaimana cara menyikapi perbedaan pendapat antarumat beragama?
Cara menyikapinya adalah dengan duduk bersama dan berdialog antar sesama. Hal ini tidaklah mudah, tetapi dengan berdialog dan menghormati sesama kita bisa memperbaiki konflik yang ada tanpa kekerasan dan kita bisa mencapai suatu solusi untuk kedua sisi.

8.       Jika kemudian terjadi konflik antarumat beragama, bagaimana cara mengatasi konflik tersebut?
Bangun komunikasi, berdialog dan jangan mengutamakan konflik, karena kita sesama manusia ciptaan Tuhan memiliki keinginan untuk hidup damai.

9.       Bagaimana cara Anda memberitahukan atau mengajarkan umat beragama untuk saling menghargai dan menjaga kerukunan antarumat beragama?
Selalu mengutamakan kedamaian, ingat untuk selalu mencintai sesama manusia dan memiliki komitmen yang kuat agar tercipta kerukunan di dalam masyarakat.

10.   Sebagai tokoh agama, apa pesan Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?

Sebagai orang muda, kita diharapkan memiliki komitmen serta tanggung jawab dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, harus memiliki kesadaran bahwa sesama manusia itu adalah ciptaan Tuhan dan apapun masalah yang dihadapi bersama akan bisa diselesaikan bersama.



Daftar Hadir :
1. Algesta Oktrivalda
2. Danar Ibnu Susanto
3. Eugenia Valerie
4. Julius Dhimas S.K.
5. Masayu Diandra P.P.
6. Miranda Essendaputri

Video : Wawancara Romo

Comments