Wawancara Tokoh Agama Islam

Narasumber             : Ustaz Helmi
Waktu                       : Minggu, 19 November 2017, pukul 14.00-15.00 WIB
Tempat                      : Jalan Qrisdoren 45C RT.008/010
                                                       Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11540

                   Hasil Wawancara    :

1.       Apa pemahaman Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Adanya toleransi antar umat beragama, harus memiliki sikap sabar, saling memaklumi, dan menerima perbedaan antar umat beragama. Menghina, mencaci-maki, merendahkan sifat-sifat yang ada dalam agama lain itu dilarang dalam agama.

2.       Apa persisnya ajaran agama Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Di dalam ajaran agama islam, adanya larangan di dalam Al’Quran bahwa orang yang beriman kepada Allah dilarang menghina, mencaci-maki umat yang tidak menyembah-Nya dan melarang memaksakan untuk menganut agama islam ke umat beragama lainnya maupun sebaliknya. Karena, sesama umat beragama harus menghormati umat beragama yang lain.

Seperti yang telah dijelaskan dalam surah Al Kafirun “لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ “ yang mempunyai arti “Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku”.

3.  Sejauh pengamatan dan pengalaman Anda, apakah Anda bisa memberikan gambaran singkat keadaan hubungan antarumat beragama di Indonesia saat ini?
Adanya kelompok tertentu yang melakukan aksi yang memicu konflik perpecahan antar umat beragama di Indonesia. Contohnya kasus yang ada di Madura. Menurut saya,  golongan tersebut belum mengerti keyakinan agama lain yang menyebabkan golongan tersebut merasa keyakinannya yang paling benar.

4.       Berdasarkan deskripsi semacam itu, apa evaluasi Anda terhadap keadaan kerukunan antarumat beragama di Indonesia? Apakah semakin membaik atau malah semakin memburuk?
Menurut saya, meski banyak kelompok tertentu yang mengkambing-hitamkan satu sama lain dan memicu konflik perpecahan antar umat beragama, jika kita semua tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai persatuan negara, walaupun berbeda suku, agama, dan ras tetap bisa bersatu dan saling bekerja sama satu sama lain.

5.       Sebagai pemimpin atau tokoh agama, apa yang Anda dan umat sesama umat seiman lakukan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama?
Sebaiknya umat beragama tidak saling merasa berkuasa karena merasa menjadi agama yang paling besar di Indonesia yang mengakibatkan perpecahan antarumat beragama.

6.       Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia?
Ada oknum-oknum yang mengadu-domba satu sama lain, karena merasa paling benar dan berkuasa. Seandainya peraturan-peraturan yang dibuat itu dilaksanakan seperti peraturan Agama, Negara dan sebagainya, seharusnya akan mencegah terjadinya konflik.

7.       Sebagai umat beragama yang baik, bagaimana cara menyikapi perbedaan pendapat antarumat beragama?
Kita membiarkan mereka beribadah tanpa mengganggu, itu sudah termasuk toleransi, harus berkerja sama dan tolong-menolong itu tidak ada sekat agama, hanya saja ada batasannya dalam hal ibadah, tidak boleh diganggu gugat, dan dalam kehidupan sehari-hari juga tidak boleh menganggap agama “saya saja yang hebat” dan juga tidak boleh menggebor-geborkan agamanya sendiri, justru itu yang dapat memancing amarah dari kelompok lain yang sumbernya dari agama, dan permusuhan yang dilandasi oleh agama itu sulit dipadamkan.

8.       Jika kemudian terjadi konflik antarumat beragama, bagaimana cara mengatasi konflik tersebut?
Jangan berpikir parsial terhadap agamanya, tapi berpikir bagaimana Indonesia bisa berdamai, bersatu, hidup aman dan tentram.

9.       Bagaimana cara Anda memberitahukan atau mengajarkan umat beragama untuk saling menghargai dan menjaga kerukunan antarumat beragama?
Tidak boleh menghina agama lain, dan juga tidak boleh memaksakan agama kepada orang lain, supaya terjadinya timbal balik antar umat beragama. Jika kita menghargai orang lain, mereka juga akan menghargai kita.
Dan juga tidak boleh menyalahkan agama lain, dan seharusnya meyakini agama sendiri.

10.   Sebagai tokoh agama, apa pesan Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Kita harus menjadi yang terdepan dalam menjalankan sikap-sikap toleransi agama. Kalian sebagai generasi muda penerus bangsa harus mengetahui mana yang benar dan tidak. Hanya karena seagama, tidak seharusnya kita membela di saat mereka salah.


Rumah Bapak Ustaz Helmi




Daftar Hadir :
1. Algesta Oktrivalda
2. Danar Ibnu Susanto
3. Eugenia Valerie
4. Julius Dhimas S.K.
5. Masayu Diandra P.P.
6. Miranda Essendaputri

Video : Wawancara Ustaz

Comments