Wawancara Tokoh Agama Buddha

Narasumber     : Suhu
Waktu               : Minggu, 22 Oktober 2017, pukul 17.00-18.00 WIB
Tempat              : Wihara Ekayana Arama
Jalan Mangga II No. 8, Tanjung Duren Barat, RT.8/RW.8
Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11510

                  Hasil Wawancara    :

1.       Apa pemahaman Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Kerukunan umat beragama itu harus saling menghargai, menghormati, menjunjung tinggi nilai – nilai agama tersebut. Apapun yang agama lain lakukan, kita tidak bisa mengganggu.

2.       Apa persisnya ajaran agama Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Saya akan mendalami dulu agamanya, dikarenakan banyak tradisi di agama Buddha. Seperti contohnya, ajaran tradisi Mahayana yang tradisinya bercabang lagi, dan ajaran Theravada yang tradisinya juga bercabang lagi. Bagi saya di dalam agama Buddha sendiri, para penganutnya saling menghormati satu sama lain, meskipun mereka memiliki perbedaan tradisi, tetapi masih di ruang lingkup agama Buddha.

3.  Sejauh pengamatan dan pengalaman Anda, apakah Anda bisa memberikan gambaran singkat keadaan hubungan antarumat beragama di Indonesia saat ini?
Di daerah saya, di sekitar vihara, terdapat banyak masjid dan gereja. Pada beberapa acara agama, sering kali kami mendapat undangan ke acara agama-agama lain dan komunikasi antar umat beragama di daerah sekitar vihara terjalin dengan baik.

4.       Berdasarkan deskripsi semacam itu, apa evaluasi Anda terhadap keadaan kerukunan antarumat beragama di Indonesia? Apakah semakin membaik atau malah semakin memburuk?
Kerukunan antar umat beragama di Indonesia itu sangat baik, terutama pada saat hari raya suatu agama, pasti para umat agama lainnya di sekitar daerah vihara akan saling membantu atau sekedar datang untuk bersilatuhrahmi .

5.       Sebagai pemimpin atau tokoh agama, apa yang Anda dan umat sesama umat seiman lakukan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama?
Untuk diri saya sendiri, saya tidak akan mengutak-atik agama lainnya dan tidak akan ikut campur. Dan menurutnya juga, semua umat beragama mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin menjadi manusia yang baik.

6.       Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia?
Kendala utamanya yaitu kurangnya para pemegang agama untuk memahami agamanya masing-masing. Dengan tidak memahami agama masing-masing, kita tidak akan bisa mengetahui mana yang baik dan tidak baik.

7.       Sebagai umat beragama yang baik, bagaimana cara menyikapi perbedaan pendapat antarumat beragama?
Dengan cara tidak mengganggu dan saling menghargai satu sama lain.

8.       Jika kemudian terjadi konflik antarumat beragama, bagaimana cara mengatasi konflik tersebut?
Dari diri saya sendiri, kalau saya mengerti agamanya, paham dengan ajaran agamanya dan mempraktekan agamanya dengan baik dan benar, maka timbulnya konflik dapat dicegah.

9.       Bagaimana cara Anda memberitahukan atau mengajarkan umat beragama untuk saling menghargai dan menjaga kerukunan antarumat beragama?
Pahami agamamu dengan baik, jalankan agamamu dengan benar, dan praktekan agamamu dengan baik.


10.   Sebagai tokoh agama, apa pesan Anda mengenai kerukunan antarumat beragama?
Sama seperti sebelumnya. Pahami dulu agama masing-masing dengan baik dan jalankan dengan benar. Dengan itu kita sebagai umat beragama dengan sendirinya akan menjaga kerukunan antar umat beragama dan tidak akan mengganggu agama lainnya.


Wihara Ekayana Arama
                        

Daftar Hadir :
1. Algesta Oktrivalda
2. Danar Ibnu Susanto
3. Eugenia Valerie
4. Julius Dhimas S.K.
5. Masayu Diandra P.P.
6. Miranda Essendaputri

Rekaman Suara : Wawancara Suhu

Comments